Pada 26 November 2011, perayaan emas kemerdekaan negara Kamerun, Sierra Leone dan Tanzania dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh the Pan-African Ahmadiyya Muslim Association UK. Pejabat-pejabat yang mewakili sejumlah negara Afrika hadir dalam acara yang berlangsung di Masjid Baitul Futuh di Morden, Surrey.
Puncak acara tersebut adalah kehadiran dan pidato yang diberikan oleh Pimpinan tertinggi Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Masroor Ahmad berbicara tentang perlunya persatuan antara rakyat dan pemimpin Afrika. Beliau mengatakan bahwa jika semua pihak mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi mereka, maka Afrika benar-benar menjadi kekuatan global.

Acara tersebut dimulai dengan sambutan oleh Ahmed Issah Wehma, Ketua Asosiasi Pan-Afrika, yang mengatakan bahwa merupakan suatu hal yang menggembirakan pada Jamaah Muslim Ahmadiyah atas prakarsa kegiatan-kegiatan yang mempromosikan perdamaian dan persatuan.
Setelah itu, berbagai tokoh Afrika naik ke atas panggung. Yang mulia, Wesley Momo Johnson, Duta Besar Liberia, mengatakan bahwa ini adalah kunjungan keempat ke Masjid Baitul Futuh dan setiap kali ia datang, ia tersentuh secara emosional oleh Masjid tersebut dan kehangatan yang tinggi di dalamnya.
Tuan Alhaji Bawah Gilbert Ayembillah, Konsuler Menteri Kesejahteraan di Komisi Tinggi Ghana berbicara tentang kontribusi yang dilakukan oleh Jamaat Muslim Ahmadiyah terhadap negaranya. Dia mengatakan:
“Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Jamaah Ahmadiyah atas kontrobusinya terhadap pembangunan Ghana. Pekerjaan yang telah dilakukan untuk rakyat kami oleh Jamaah kalian tak terhitung banyaknya. Jadi saya berterimakasih kepada kalian atas nama pemerintah dan rakyat Ghana.”
Yang Mulia, Edward Mohamed Turay, Komisaris Tinggi Sierra Leone, mengatakan bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah benar-benar telah menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki kehidupan rakyat Sierra Leone melalui proyek-proyek kemanusiaan.
Selama pidatonya, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad berbicara tentang kesenjangan yang terus ada diantara masyarakat di berbagai bangsa dengan para pemimpin mereka. Beliau mengatakan bahwa di negara sistem monarki dan diktator ada, para penguasa menahan sebagian besar kekuatan, yang menyebabkan keresahan dan perbedaan pendapat dalam masyarakat. Disisi lain, meskipun negara-negara demokratis di klaim mampu memberikan keadilan dan kesetaraan, dalam banyak kasus mereka gagal melakukannya. Kebijakan yang tidak adil sedang diterapkan dan ini pun menyebabkan kerusuhan sipil.
Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Islam telah memberikan solusi untuk masalah tersebut. Islam mengajarkan untuk mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan diri sendiri, dimana masing-masing pihak harus bersedia untuk mengkompromikan hak pribadi demi kebaikan yang lebih besar.
Berbicara tentang upaya-upaya kemanusiaan Jamaah Muslim Ahmadiyah, Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Jamaah Ahmadiyah telah membuka ratusan sekolah dan rumah sakit di berbagai tempat di Afrika. Juga, para insinyur Ahmadi terlibat dalam upaya pengadaan air, listrik dan layanan lainnya di bagian daerah terpencil Afrika sebagai sarana untuk membantu penduduk setempat yang kekurangan. Pelayanan seperti itu diberikan tanpa keinginan mendapatkan pengakuan ataupun penghargaan.
Berbicara tentang kemerdekaan Afrika, Beliau mengatakan:
“Ini adalah doa sepenuh hati saya bahwa masyarakat Afrika bisa mengambil keuntungan penuh dan manfaat dari kemerdekaan mereka. Setiap negara harus ingat bahwa pemimpin suatu negara adalah pelayan bagi bangsanya. Hukum apapun yang berlaku harus diterapkan sama, baik antara si kaya ataupun miskin. Jika pendekatan ini dipertahankan, maka insyallah – kemerdekaan yang telah diperoleh setelah pendudukan kolonial yang lama – akan menjadi abadi.
Saya percaya bahwa jika negara-negara Afrika dan setiap masyarakat bersatu padu dan memenuhi persyaratan keadilan, kemudian suatu hari nanti, Afrika akan muncul sebagai kekuatan global.







One Comments
[...] dalam ayat ini muslim supaya tegak dan teguh dalam melakukan kebaikan. dan tidak hanya sekedar maju dalam kebaikan,tetapi [...]